Explore Palembang · Photoshoot

Explore Palembang : Hutan di Tengah Kota, Punti Kayu

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum..

Hari minggu merupakan hari dimana kita berkumpul bersama keluarga setelah bekerja seharian dari senin hingga jumat, bahkan sabtu. Termasuk saya dan keluarga. Ada kalanya hari minggu ingin dihabiskan seharian di rumah saja. Bersih-bersih rumah, mencuci kendaraan, masak bersama suami dan nonton film seharian. Namun, adakalanya juga hari minggu ingin dihabiskan di luar rumah. Jalan-jalan ke mall, ngedate di tempat makan atau hmm. Sejujurnya saya suka bingung mau kemana lagi selain ke mall. Kebingungan orang-orang kota yang kotanya minim wisata alam. Di kota tempatku tinggal, Palembang, mall bertebaran dimana-mana. Asik sih main ke mall tapi kalau tiap minggu tujuannya mall mulu, bosen juga ga sih.

Setelah saya telaah, sebenarnya ada juga tempat jalan-jalan di kota Palembang selain di mall. Punti Kayu salah satu. Punti Kayu merupakan kawasan hutan lindung di kota Palembang. Pas masih sekolah saya beberapa kali kesini dalam rangka kegiatan sekolah. Pernah juga untuk hunting bersama saudara dan teman-teman. Saya dan suami juga sedang ingin hunting.

“Kita hunting ke Punti Kayu aja yuk?”

“Emang masih dibuka?”, saking udah lamanya nggak kesana.

“Kayaknya masih sih, tapi nggak tau juga kita cek dulu aja. Kalau dicapture bagus suasana hutan gitu.”

“Oke ayo kalau gitu.”

Setibanya disana, ternyata Punti Kayu masih dibuka, bahkan lumayan ramai. Banyak keluarga yang piknik disana. Selain piknik, aktivitas lain yang bisa dilakukan disini adalah outbound. Ada beberapa sarana outbound yang disediakan disini. Kami pun berkeliling untuk mencari spot hunting yang bagus.

2016_0113_04121200 copy2016_0113_04341800 copy2016_0113_04391500 copy2016_0113_04340200 copy.jpg2016_0113_04242600 copy2016_0113_04211700 copy2016_0113_04301700 copyIMG-20171121-WA00122016_0107_2006340712016_0113_04443600 copySebenarnya di Palembang banyak tempat-tempat yang menarik. Tapi banyak juga yang memandang sebelah mata tempat-tempat tersebut. Ditambah lagi kurangnya perhatian dari stakeholder untuk mengoptimalkan tempat-tempat tersebut sebagai tujuan wisata keluarga. Semoga ke depannya semakin diperhatikan di perbarui terus seiiring dengan semakin maju dan ramainya penduduk kota ini.

Explore Palembang merupakan salah satu segmen utama dari blog ini. Jika saya berkunjung di tempat-tempat menarik lainnya di kota Palembang, akan saya tuliskan di blog ini. Semoga bisa menjadi referensi bagi teman-teman semua ketika sedang bingung mau jalan-jalan kemana.

Iklan
Explore Palembang

Explore Palembang : Are you ready for Asean Games 2018? – Benteng Kuto Besak

Pada suatu malam di malam minggu.

“Besok kita jogging yuk!”

“Hayuk! Kemana?”

“Ke Pusri aja yang deket.”

“Hayolah!”

Keesokan paginya. Saya dan suami langsung bersiap untuk jogging setelah sholat subuh di masjid dekat rumah. Kami berangkat pukul 6 pagi kurang dengan si The Flash. Btw, Flash itu nama yang aku kasih buat motor CB150R suamiku. Nama The Flash terinspirasi dari nama superhero The Flash keluaran DC Comic. Haha. Kenapa The Flash? Itu ada ceritanya sih dulu pas awal kami kenal 😀 Setibanya di akses masuk motor di Pusri, kami ditanya oleh security, “mau kemana, pak?”. “Mau jogging, pak” jawab suami saya. “Maaf, pak. Udah nggak boleh lagi jogging disini.” Ternyata udah ga diizinkan lagi untuk jogging di area Pusri. Bapak yang mengendarai motor di belakang kami yang sudah beroutfit sporty pun tidak diizinkan masuk, tidak dijelaskan alasannya kenapa tidak diperbolehkan lagi, mungkin sekarang lebih diperketat untuk akses masuknya atau untuk menjaga sarana-prasarana yang ada di dalamnya. Demikian kami berasumsi. Kami pun putar arah, sementara matahari sudah mulai keluar dari persembunyiannya.

“Kemana lagi sayang enaknya?”

“Hmm kemana ya? Jogging ke KI udah terlalu rame.”

“Kalau ke KI mah yang ada kita bukannya jogging, malah kebanyakan jajannya.”

“Hahaha.. iya banget sih! Kemana yaa.”

Setelah berfikir sejenak semantara motor terus melaju, akhirnya aku pun menyarankan untuk ke Benteng Kuto Besak (BKB).

“Ke BKB aja yuk, byb!”

“Ada apaan disana?”

“Ya gitu aja sih, tapi udah lama ga kesana dan kalau pagi biasanya ga rame dan lebih bersih. Terus lumayan banyak spot buat hunting.”

“Kan mau jogging dulu.. baru hunting.”

“Udah siang, udah jam setengah 7 jugaa. Kita olahraga mata ajaa lihat pemandangan sungai yang luass. Haha”

“Hahaa.”

Si The Flash pun melaju santai mengikuti arahan tuannya menuju BKB.

Sudah cukup lama aku dan suami nggak ke BKB. Ada beberapa spot yang baru serta taman-taman di pinggirnya jadi lebih hidup dan rapi. Walaupun sudah lebih bersih, tapi yang namanya sampah masih saja bertebaran di titik-titik yang dianggap terselubung namun tetap terlihat jelas oleh mata.

Rencana jogging pun diganti dengan jalan santai dan hunting karena sudah kesiangan untuk jogging saat tiba di BKB.

2016_0107_20063402

2016_0107_19301900Spot ter-eye catching adalah spot ini nih. Logo Asean Games 2018. Sebagai warga Palembang, aku cukup excited menyambut event ini. Ini merupakan kesempatan untuk membuat orang di luar sana lebih banyak tahu tentang Palembang.

2016_0107_20063401

Lalu spot tulisan Palembang. Mumpung hurufnya masih lengkap bagus untuk spot para teturis.

2016_0107_20013300.jpg

Saking udah lamanya engga ke BKB, pas lihat patung ikan ini langsung bergumam, ooohh ini ya Tugu Belido yang heboh kemaren itu. Haha!

2016_0107_20063407Sungai Musi sekarang udah bersih banget. Senang lihatnya apalagi aku yang bermata minus ini perlu banget treatment mata melihat view yang luas. Alangkah baiknya jika kita jaga bersama kebersihan kota ini. Kalau kota kita bersih, kita juga yang semakin nyaman hidup di dalamnya.

 

Uncategorized

Assalamu’alaikum 2018

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, para pembaca 🙂

It’s pretty late to say Assalamu’alaikum 2018 🙂 Sudah hampir memasuki bulan kedua di tahun ini. Alhamdulillahirabbal alamin. Sebenarnya aku bukan tipe orang yang suka merayakan tahun baru. Kebanyakan malam tahun baru yang lalu-lalu, aku habiskan dengan tidur seperti malam-malam di hari biasa. Namun, ada yang sedikit berbeda pada malam tahun baru kali ini. Bersama keluarga suami, kami mengadakan barbequan. Bukan untuk merayakan tahun baru niatnya, kebetulan momen libur yang pas bagi saudara-saudara sehingga bisa kumpul semuanya. Jarang-jarang bisa full team karena weekend pun biasanya bekerja. Acara panggang memanggang dipersiapkan dari 3 hari sebelumnya. Ini pengalaman pertama aku langsung terjun ke dapur bahkan langsung turun ke pasar bersama umi (ibu mertuaku) untuk membuat bakso bakar, pempek panggang dan sate ayam. Acara panggang dimulai setelah sholat isya. Jam setengah 10 malam, semua sudah selesai dipanggang lalu disantap bersama. Jam 11 santai-santai sebentar. Setengah jam kemudian satu persatu mulai tertidur, termasuk aku. Jam 12 riuh gemuruh kembang api di sekitar rumah malah tidak kami hiraukan sama sekali karena sudah terlelap semua. Alhamdulillah dapat momen kumpul-kumpulnya bersama keluarga.

Di tahun 2018 ini, aku ingin mencoba hal-hal baru. Menjadi apa yang aku inginkan sebenarnya. Bukan menjadi apa yang orang lain inginkan. As simple as that tapi percayalah terkadang kita butuh keberanian yang besar untuk memutuskan hal tersebut karena kita kebanyakan takut kalau orang akan menilai kita seperti ini dan itu, kita dihantui oleh status sosial “kita harus ini, harus itu” dan akhirnya kita lupa akan kebahagiaan diri kita sendiri. Selain itu, aku ingin menjadi muslimah yang lebih baik lagi dan menjadi istri yang baik dan benar 🙂 Bismillahirrahmanirrahim 🙂

Explore Palembang

Explore Palembang : Kemegahan Al-Quran Raksasa di dalam Sebuah Bangunan Sederhana

Assalamualaikum…

Saya dan suami terkadang suka bingung untuk keluar jalan-jalan berdua di hari Minggu. Di Palembang, paling banyak tempat jalan-jalan ya mall. Sedangkan kami ingin mencari suasana lain selain keramaian mall. Kemudian suami saya ingat kalau di daerah Musi 2 ada tempat menarik yaitu Al-Quran raksasa. Suami saya belum pernah kesana, begitupun dengan saya. Suami saya pun mengajak saya ke tempat tersebut. Banyak yang membicarakan tempat ini, saya pun tertarik untuk kesana.

Setibanya disana, kami membayar tiket 5000 per orang. Melepaskan alas kaki, kemudian kami masuk ke dalam sebuah bangunan rumah panggung, di dalamnya terdapat lembaran-lembaran kayu yang besar ukurannya dan terukir pahatan ayat-ayat Al-quran dengan ukiran berwarna emas. Masha Allah. Rumah panggung tersebut terdiri dari 2 lantai. Pada lantai pertama, terdapat ruang utama yang ketika baru masuk saja, kita akan dibuat takjub dengan ukiran-ukiran emas ayat-ayat Al-Quran yang tersusun tinggi sekali. Juga terdapat semacam kotak amal yang besar sekali di sisi kanan ruangan tersebut. Lalu, di lantai dua, juga terdapat lembaran-lembaran Al-Quran raksasa yang berbaris rapi.

17Nov1
View lantai pertama yang dilihat dari lantai kedua
IMG-20171028-WA00533
View lantai kedua

IMG-20171028-WA00531

IMG-20171028-WA0039

Lembaran-lembaran Al-Quran ini sungguh membuat saya kagum. Lihat betapa detail pahatan-pahatannya. Orang-orang dibalik pengerjaan AL-Quran raksasa ini saya rasa sangat bekerja keras dan ulet sekali. Karena pastinya sangat tidak mudah mengerjakan semuanya dengan tangan, bukan mesin.

Tempat ini bisa dijadikan salah satu tempat wisata must-visit di kota Palembang dengan suasana  yang berbeda. Apalagi kalau tempatnya kelak menjadi lebih baik dan kebersihannya senantiasa dijaga.

 

 

 

 

 

 

Uncategorized

Seblak Mantap di Dapoer Diploma

IMG-20170927-WA0005

Pada ngiler ga? hehe

Jadi ceritanya aku mau nulis tentang makanan yang ada di foto ini. Makanan di atas merupakan beberapa makanan yang tersedia di Dapoer Diploma. Awal tahu Dapoer Diploma itu iseng-iseng aja aku dan kakakku scroll di Go Food karena lagi pengen banget makan seblak. Sebelumnya udah pernah beli seblak di tempat lain tapi rasanya agak failed karena aroma apek  kerupuknya kerasa banget. Karena masih penasaran sama rasa seblak, akhirnya pesen deh di Dapoer Diploma. Kalau dari alamat yang tertera di aplikasi go food kayanya sih deket banget dari rumah, tapi saat itu belum tau pasti posisinya dimana. Pas ngerasain seblaknya, wah enak nih! Rasanya seger. Besok-besoknya kalau lagi pengen sarapan atau jajan sore, ngecek dulu menu di DD. Penasaran sama makanannya yang lain,kami udah pernah nyobain nasi uduk, nasi minyak, cireng dan bakso bakar. Enak-enak semuaa. Mereka juga menyediakan jus buah dan minuman lain.

Setelah kami tahu ternyata Dapoer Diploma letaknya di komplek sebelah yangmana lumayan deket dari rumah, kami jadi sering beli langsung di tempatnya. Dapoer Diploma ini merupakan bisnis dua orang lulusan SMKN 6 Palembang jurusan tata boga, wajar kalau makanannya enak-enak. Walaupun mereka termasuk lulusan diploma baru dengan bidang yang sama di Bandung, mereka tampak serius menggarap bisnis kuliner rumahan ini. Bisa dilihat dari rasa dan tampilannya yang menggugah selera.

Kemaren mereka baru aja merayakan anniversary yang pertama. Mereka mengadakan foto challenge untuk memperingati anniversarynya. Kami pun ikut meramaikan challenge tersebut dan  menjadi juara pertama berhadiah voucher makan di Dapoer Diploma sebesar 100.000. Alhamdulillah yay! Seneng dong dapet makanan yang enak-enak dari Dapoer Diploma.

IMG-20170927-WA0006
Seblak bakso toping sayur mayur level 3
IMG-20170927-WA0011
Menu baru, lumpia basah 
IMG-20170927-WA0004
Cireng
IMG-20170927-WA0010.jpg
Enter a caption

Dapoer Diploma ini terletak di Jalan Masjid, deket perumahan Melon, Kenten Sako. Harga setiap makanannya terjangkau banget loh. Bisa di go food atau makan langsung di tempatnya. Tempatnya juga bersih dan ada free wifinya. Bisa sambil nongkrong deh sama temen-temen hehe. Maju terus untuk Dapoer Diploma. Jaga terus kualitas rasanya 🙂

Photoshoot · Travel · travel journals

Bandung

Percakapan sore di awal minggu sebelum idul adha kemaren.

Suami: “Sayang, jalan-jalan yuk! Minggu ini ada long weekend”

Istri: “Kemana, byb? kok mendadak”

Suami: “Pengen liburan berdua ke kota yang deket-deket aja”

Istri: “Bandung aja? Gimana?”

Suami: “Yuk! yang penting kita liburan berdua!”

Bisa dibilang ini tawaran liburan yang lumayan mendadak dari suami. Awalnya idul adha tahun ini ga ada rencana apa-apa. Mungkin cuma menghabiskan waktu di rumah dan di rumah mertua sambil menyantap hidangan lebaran dan leyeh-leyeh di kamar. Tiba-tiba, suami ngajakin buat liburan. Suami bilang saya aja yang menentukan mau kemananya. Syukurnya, saya dan suami mempunyai hobi yang sama yaitu jalan-jalan dan menyukai alam. Saya memilih kota Bandung karena bandung kota yang sejuk, alamnya bagus dan saya juga sudah lama ga jalan-jalan ke Bandung. Terakhir jalan-jalan ke Bandung itu saat saya naik kelas 2 SMA. Pada saat itu tempat wisatanya tidak sebanyak sekarang. Saya pernah ke Bandung saat kuliah tapi bukan untuk liburan, saat itu sedang ada acara kepemudaan dan ga sempat explore kota Bandung. Saat itu saya berkeinginan suatu saat nanti ingin explore Bandung lagi, tapi tidak sendiri, ingin bersama pasangan! Alhamdulillah niat saya yang saat itu hanya terpintas sekilas di dalam hati terwujud. Kali ini explore Bandung bersama pasangan, pasangan halal pula! InshaAllah happy-nya dapet, pahalanya juga dapet karena menyenangkan pasangan halal itu inshaAllah berbuah pahala. Ini lah salah satu nikmat menikah.

Suami bilang, saya mau kemana di Bandung saya yang atur sesuai keinginan saya. Katanya di Bandung dia cuma punya satu keinginan, yaitu makan batagor langsung di kota asalnya haha sesimpel itu keinginannya. Saya pun menyusun itinerary selama di Bandung. Rencananya di Bandung selama 3 hari. Hari pertama dan kedua ke Lembang dan hari ketiga ke Trans Studio Bandung. Dikarenakan long weekend, yang mana jalan menuju tempat-tempat wisata mungkin akan macet, kami sepakat menyewa sepeda motor untuk mengeksplorasi daerah Lembang pada hari pertama dan kedua agar mobilisasi lebih cepat. Sebelum berangkat saya sudah menghubungi tempat penyewaan sepeda motor di Bandung dan deal motor tersedia pada hari pertama kami tiba. Kami mengandalkan aplikasi Traveloka untuk memesan tiket pesawat dan hotel. Kami memilih untuk ke Jakarta dahulu menggunakan pesawat dan dilanjutkan dengan travel ke Bandung.

Keberangkatan Palembang-Jakarta

Kami berangkat siang hari di Hari Jumat, tepat pada hari Idul Adha. Pagi hari kami melaksanakan sholat idul adha terlebih dahulu di masjid dekat rumah. Kemudian tak lupa menyantap lontong sayur buatan mama yang kebetulan mama lagi di Palembang juga. Kami juga sempatkan untuk berkunjung ke rumah mertua saya, walaupun sebentar yang penting bisa nyicip bakso buatan umi, eh, yang penting bisa silaturahmi ding hehehe.

Setelah itu kami kembali ke rumah dan memesan go car untuk mengantarkan kami ke Bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang. Setibanya di bandara, kami menunggu cukup lama karena kami sengaja datang sebelum sholat jumat agar suami saya bisa melaksanakan sholat jumat di masjid bandara. Jam penerbangan yang kami pilih siang jam 13.30 dengan pertimbangan agar sampai di Bandung tidak terlalu malam. Sembari suami melaksanakan sholat jumat, saya melakukan check-in, sholat zuhur dan menunggu suami kembali. Saat berpergian seperti ini, efisiensi waktu dan kesigapan sangat diperlukan. Sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik dan mood kita sendiri serta pasangan juga akan baik. Jangan sampai salah satu ada yang lelet atau teledor bisa-bisa perjalanannya bukannya happy malah bete-betean. Kalau bad mood, bukan liburan namanya. Hal yang terpenting liburan bersama pasangan adalah harus saling jaga mood.

IMG_20170901_110019
Airport OOTD
IMG_20170901_105940
Waiting time to filght in Airport

Menuju Bandung

Setibanya di Bandara Soekarno Hatta, kami mencari loket DAMRI untuk bertanya apakah DAMRI ada tujuan ke Bandung. Saya suka naik bus DAMRI karena busnya tinggi dan kacanya besar sehingga bisa melihat pemandangan di luar dengan luas. Tapi sayangnya tidak ada DAMRI dengan tujuan ke Bandung. Sehingga kami mencari alternatif lain yaitu ke loket travel yang sudah kami lihat sebelumnya saat keluar dari ruang pengambilan bagasi. Ada beberapa loket travel disana, kami bertanya kepada petugas jika ke Kiaracondong sebaiknya kami berhenti di pol daerah mana. Petugas tersebut menyarankan untuk stop di daerah Pasteur dengan naik travel lintas shuttle. Kami pun langsung naik travel tersebut karena travelnya sudah tersedia dan selalu tersedia setiap jamnya.

Hotel selama di Bandung

Untuk hari pertama dan kedua, saya memesan airy room di daerah Kiaracondong dengan nama asli hotel Ideas. Kamar dan kamar mandinya bersih, nyaman dan pegawai hotelnya ramah. Hotel ini cukup dekat dengan Trans Studio Bandung. Tapi ternyata cukup jauh dari pusat kota Bandung. Saya memilih hotel ini karena di Traveloka ratingnya bagus, dari ulasan pengunjung juga bagus dan dekat dekat dengan trans studio. Saya tidak menyangka kalau jaraknya sejauh itu ke pusat kota dan ke Lembang. Kami sengaja memesan hotel dua hari dulu karena kalau kamarnya tidak nyaman, kami bisa pindah. Walaupun hotelnya nyaman, tapi kami harus pindah pada hari ketiga dan keempat ke pusat kota agar lebih efisien waktu dan lebih dekat ke tempat-tempat wisata. Hari ketiga dan keempat kami pindah ke daerah Dago. Lagi-lagi kami memilih tempat menginap melalui aplikasi Traveloka, ada banyak hotel yang tersedia di Dago tapi ratingnya kurang bagus. Kami menemukan Guest House dengan rating yang lebih baik, yaitu Guest House Pagar Putih. Guest House Pagar Putih berkonsep syariah, hanya pasangan yang sudah menikah saja yang bisa menginap disana. Saat check-in, harus menunjukkan bukti buku nikah atau foto-foto pernikahan. Unik ya. Kami memang tidak harus menginap di hotel. Hotel kalau kurang bersih dan ga nyaman sama aja bohong kan. Kami juga selalu melihat review pengunjung yang sudah pernah menginap disana sehingga setidaknya kami mendapatkan gambaran dari tempat-tempat menginap yang ditawarkan di Traveloka. Buat kami, tempat menginap itu yang penting bersih dan nyaman untuk beristirahat. Kami benar-benar hanya untuk istirahat malam saja berada di kamar. Dari pagi hingga malam, kami menghabiskan waktu jalan-jalan di luar.

Tips bagi yang berpasangan saat liburan

Sekedar tips, buat kita para wanita, kalau bisa jangan rewel dan terlalu manja saat jalan-jalan. Kenakan pakaian senyaman mungkin, Bandung itu kota dingin, so kalau yang ga tahan dingin kenakan pakaian yang berbahan hangat seperti sweater atau jaket. Kalau ga tahan panas, siapkan payung kecil di tas. Saat panas tinggal dibuka payungnya. Percayalah para pria itu ga suka sama cewe riweuh dan banyak ngeluh. Bawa tas dan isinya yang perlu-perlu aja. Misal kalau males ngantri buat sholat di mushola umum bawa mukena yang compact, atau kalau ga mau bawa mukena biasanya di mushola umum selalu menyediakan mukena. Bawa make up sebutuhnya aja untuk touch up, dompet, powerbank, kabel charger, hp dan kamera. Bener-bener bawa barang seperlunya aja supaya tas yang kita bawa ga berat. Pakai juga alas kaki yang nyaman karena yang namanya jalan-jalan pasti kaki akan bekerja lebih keras dari biasanya. Bagi yang mengenakan hijab sebaiknya pakai bahan hijab berbahan ringan dengan model yang simpel. Kalau kita udah capek, bilang aja ke pasangan untuk istirahat sebentar, pasangan kita pasti akan mengerti. Jangan dipaksakan. Jalan-jalan itu walaupun happy, tapi capeknya juga ga kalah loh dibandingin kalau kita kerja. Makanya kali ya jalan-jalan itu termasuk hobi, kalau orang ga hobi jalan-jalan, ajak deh dia jalan-jalan pasti ga akan tahan lama-lama. Nah, untuk para pria, jangan samakan fisik dan stamina wanita itu seperti kalian. Walaupun terkadang wanita itu terlihat strong, aslinya wanita itu tetap tidak sekuat pria. Kalau waktunya istirahat ajak istirahat, waktunya makan ajak makan. Jadi harus saling mengerti yah! Kalau sudah saling mengerti, klop deh, liburannya akan happy! Hal-hal seperti itu yang kami jaga banget saat bepergian. Kalau teman bepergian kita udah klop, liburannya akan semakin berkesan. Hal terpenting lainnya adalah penggunaan handphone. Hp suami saya kameranya lebih bagus dari hp saya, jadi hpnya dipakai khusus untuk foto-foto, data internetnya dimatikan, suami saya juga bukan tipe yang suka update medsos in real time jadi ga masalah kalau internetnya di-off-kan. Sedangkan hp saya khusus untuk penunjuk arah. Selama perjalanan, hp saya google maps-nya diaktifkan terus. Jadi hp kami ga low bat dua sekaligus. Kalau low bat dua sekaligus nanti dikhawatirkan ga bisa buka google maps dan ga bisa balik ke hotel atau kalau ada yang urgent masih bisa nelfon menggunakan salah satu hp yang masih on. Oh ya, satu lagi yang penting, kami sudah menyiapkan foto-foto buku nikah kami sebelum berangkat. Berhubung kami pasangan muda (ceileh haha), kami takutnya nanti saat menginap di hotel ada grebek atau apa dikirain kami belum nikah, kalau ada bukti kan aman. Namanya juga ke kota orang harus prepare segala kemungkinan haha dan ternyata berguna juga foto-foto buku nikah kami saat menginap di Pagar Putih.

Sebelum berangkat saya sudah menyusun itinerary selama 3 hari di Bandung, but guess what! Saat tiba di Jakarta, kami memastikan lagi motor yang kami sewa untuk keesokan hari apakah sudah ready.. and eng ing eng.. orangnya bilang kalau motornya di extend penyewa sebelumnya dan mereka full-booked untuk semua motor. Kami pun langsung mencari penyewaan lain dan semua full-booked juga, sempat bingung ga ada sewa motor tapi bisa dimaklumi karena memang sedang long weekend. Akhirnya kami memutuskan untuk mengubah itinerary dari hari pertama seharusnya kami ke Lembang, kami ganti menjadi bermain di Trans Studio Bandung yang kalau kesana dari hotel jaraknya lumayan deket. Yes, walaupun sudah punya rencana menjadi fleksibel itu penting saat liburan!

Day 1

Kami memulai hari pertama di Bandung dengan mandi dan bersiap dari pagi. Setelah siap, kami jalan kaki di sekitar hotel untuk mencari jajanan khas Bandung. Kami menemukan beberapa jajanan khas Jawa Barat dan membelinya seperti combro, misro,batagor, bacang, tahu kupat, cakwe, dan cimol. Jajanan khas daerah itu sungguh menarik untuk dicicipi. Setelah berjalan kaki santai, kami lanjut naik angkot selama kurang lebih 5 menit menuju Trans Studio Bandung. Trans studio Bandung terletak di dalam area proyek TransCorp yangmana di area tersebut juga terdapat hotel bintang lima The Trans, Trans Studio mall dan masjid Trans Studio. Kami memesan tiket masuk Trans Studio melalui Traveloka di bagian aktivitas dan rekreasi. Saat itu hari sabtu yangmana harga tiket di hari sabtu dua ratus delapan puluh ribu per orang-nya. Karena kami memesan dari Traveloka dan sedang ada promo, harga tiket menjadi setengah harga dari harga normal saat weekend. Sebelum pesan, cek dulu promo yang tersedia, lumayan kan kalau bisa dapat potongan harga *kebahagiaan yang haqiqi bagi emak-emak* harganya jauh lebih murah dibandingkan beli tiket on the spot.

IMG_20170902_083830_1
OOTD Day 1
IMG_20170902_084817
Landmark Trans Studio Bandung
IMG_20170902_085406
Penukaran E-tiket
IMG_20170902_085821
Tiket masuk dan kartu Mega isi ulang yang dapat digunakan untuk membeli makanan

Pada hari sabtu dan minggu, Trans Studio Bandung buka pukul 9 pagi. Saat jam 9 pas, para kru Trans Studio Bandung bermunculan sambil menari diiringi musik dengan menggunakan kostum sesuai dengan job mereka di dalam setiap wahana. Mulai dari para penjaga loket sampai para chef ikut menari menyambut kami para pengunjung Trans Studio Bandung. Setelah mereka selesai menari, baru kami dipersilahkan masuk dengan menunjukkan tiket ke petugas. Petugas atau krunya masih muda-muda loh. Mungkin mereka mahasiswa yang bekerja part-time. Seru juga ya kalau kerja part-time di taman bermain seperti itu. Trans Studio mall berkonsep taman bermain indoor dan didekor dengan suasana perkotaan. Walaupun sehari disana kita ga akan kepanasan karena ada pendingin ruangan. Sebaiknya ke Trans Studio dari mulai buka dan weekend karena saat weekend, mereka punya banyak pertunjukkan live. Pertunjukan livenya selain opening dance, akan start shownya jam 12 dan disambung terus tiap setengah jamnya sampai parade puncaknya ada di jam 16.00. Jadi sebelum jam 12 kita bisa main di wahana-wahananya dulu.

IMG_20170902_093656
Piranha-nya cuman diem bebaris gitu aja tapi ekornya gerak-gerak. Ada salah satu piranha yang kepalanya ga utuh lagi tapi masih hidup. Sepertinya dia dimakan temennya. Serem ga sih mereka in position siap menerkam
IMG_20170902_093909.jpg
Wahana bawah laut bagus untuk mengenal dunia hewan dan tumbuhan di dalam laut
IMG_20170902_094301
Jangan lupa ambil peta ya! Peta ini berguna banget loh supaya ga kelewatan main semua wahana dan menonton semua pertunjukan
IMG_20170902_095603
Pertunjukan pada sabtu dan minggu lebih banyak. Jadwal ini tertera di peta TSM
IMG_20170902_102415
Salah satu permainan yang berkesan buat saya dan suami saat di TSM. Lucu banget kalau diinget-inget 😀

Selama di TSM kami pengennya main permainan yang santai-santai aja. Kami melihat pengunjung lain bermain ini dan kami hanya melihat sekilas ketika mereka melucur pada ketinggian yang rendah (lihat belakang sebelah kiri yang ada terowongannya). Kami kira ya gitu doang yaudah yuk naik! Naiklah kami berdua bersama dua orang bocah pemberani di belakang kami. Kami berempat naik perahu, pelan-pelan perahunya naik dan meluncur, syuuur! blaaass!.. yah gitu doang, ga basah juga. Oke selesaii. Terus, perahunya muter ke belakang dikirain menuju exit, ternyataaa.. masih ada satu level lagii cuyy dengan level yang lebih tinggi (lihat stage yang lebih tinggi di sebelah kanannya, yang piramida) dan kita ga lihat sebelumnya kalau stage itu ternyata satu kesatuan dengan stage yang lebih rendah tadi. Terus kita panik dong karena mood on-nya permainan santai malah kejebak permainan yang dag-dig-dug kalau udah diatas itu curam loh.. hahah lucu banget lihat kami panik tapi cuman pasrah dan ga bisa mundur lagi. Perahunya menanjaak daaan… SYUUURRR! AAAAAA! BWAAARRRRRR! Basaaah semuaaa hahaha. Padahal itu masih di bawah jam 12 dan kita udah basah-basahan hahaha. Kami berdua ga bawa baju ganti tapi untungnya bawa handuk kecil untuk lap badan.. sisanya biarlah kering sambil jalan aja haha. Walau indoor, tetep bisa kering kok 😀 Jadi itu permainan semacam niagara-gara kalau di Dufan, tapi yang ini ada dua level dengan level pertama lebih rendah dan level kedua kira-kira tiga kali lebih tinggi dari level pertama. Suprise but very fun!

Selain ini, semua pertunjukkan yang ditampilkan juga berkesan banget buat kami. Hal yang membuat berkesan itu adalah setiap pertunjukkan dimainkan oleh talent-talent yang sudah terlatih, giimmick yang mereka berikan juga benar-benar menghibur, ditambah kita menontonnya dari jarak yang dekat yang biasanya kita lihat dari layar tv. Jam 12 siang ditampilkan pertunjukkan sulap yang awalnya kocak dan dilanjutkan dengan sulap yang menegangkan. Terus menjelang sore ada pertunjukkan tentang proses pembuatan film action. Dan acara puncaknya (last show)  ada di jam16.00 yaitu pertunjukan parade crew TSM dari pintu masuk sampai di theater utama TSM dengan mengenakan kostum-kostum yang lucu-lucu. Udah lama saya ga lihat parade. Seingat saya terakhir kali  saya menyaksikan parade pas masih kecil saat saya masih tinggal di Pekanbaru.  Full of fun! Menghibur sekali. Saya punya  rekaman full setiap pertunjukannya. Tadinya mau saya upload di tulisan ini tapi ternyata tidak bisa karena blog saya belum upgrade ke premium hehe. Untuk makan,di dalam juga banyak yang jual makanan dan minuman. Walaupun bermain seharian kita tetap bisa istirahat,makan, minum dan juga sholat di musola yang tersedia. Nggak cuma permainan dewasa aja, wahana permainan anak-anak juga ada. So kalau mau merasakan keseruannya ajak keluarga kesana yaa.

IMG_20170902_153121
Terima kasih sayang untuk liburannya 🙂

Pukul setngah lima kami keluar dari TSM dengan melewati Mall-nya. Setelah itu sholat ashar di masjid Trans Studio. Kemudian kami melanjutkan keseruan sore itu ke  alun-alun Bandung menggunakan go-car untuk melaksanakan sholat magrib di masjid agung.

IMG_20170902_173821
Salah satu spot terhits instagram, di dekat Alun- Alun Bandung
IMG_20170902_180653
Menjelang magrib. Ramai di Alun-Alun Bandung.

Setelah melaksanakan sholat maghrib di Alun-Alun Bandung, kami lanjut ke Food Market Paskal naik go-car lagi. Setahu kami food market Paskal itu suasananya outdoor, tapi kata supir go-car nya itu ada di dalam mall. Kami yakin kalau itu bukan di dalam mall terus supirnya mengingat-ingat dan kami diantar ke mall Paskal 23. Katanya dia ingat kalau itu ada di belakang mall itu. Turun di mall tersebut kita masuk dan ngikutin petunjuk dari peta mall, iya sih supirnya ga salah, emang ada juga Food Market di dalam mall itu. Tapi bukan itu yang kami cari. Kami ingin makan malam di Food Market Paskal dengan suasana outdoor dan kami yakin beneran ada. Akhirnya kami bertanya ke pengunjung di mall tersebut dan mbak-nya mengarahkan ke luar di bagian belakang mall. Voila, ketemu dong! Katanya sih di Food Market Paskal yang outdoor ini tersedia 1001 menu. Emang banyak banget stand-stand yang jual makanan mulai dari makanan berat sampai makanan ringan. Minumannya juga bervariasi. Disini itu kumpulan dari berbagai macam resto/tempat makan yang buka cabang kecilnya disini. Pengunjungnya juga rame banget sampai susah cari tempat duduk yang kosong. Saya pengen makan iga bakar si janggut tapi antriannya sampe 90 menit, karena udah keburu laper dan udah lelah juga akhirnya kami pesen sate kambing, nasi dan thai tea aja. Makan malam dengan suasana yang ramai tapi tidak gaduh,  di bawah lampion temaram, udara yang dingin, bersama suami tersayang. Perfect! Alhamdulillah wa syukurilah.

Jam 9 malam pulang ke Hotel.

Day 2

Aktivitas hari kedua di Bandung di mulai dengan sarapan bubur ayam khas Bandung yang enak banget (bubur ayam Bandung dan bubur ayam di palembang kuahnya berbeda. Bubur ayam bandung yang jual di Palembang juga beda dengan yang dijual di Bandung-nya). Setelah itu kami menjemput motor sewaan ke daerah Dago. Orang penyewaannya ga mau anter ke hotel kami karena katanya Dago ke Kiaracondong itu jauh banget haha jadinya kita jemput deh demi bisa jalan-jalan ke Lembang.

Sewa motor di Bandung ga ribet,  bayar terus 3 kartu identitas di foto dan satu KTP dititipin. Kita dapat 2 helm. Suami saya yang mengendari motornya dan saya yang pegang HP untuk nunjukin arah dengan bantuan google maps.

Pemberhentian pertama yaitu di Farm House Lembang. Satu tiket bisa ditukar dengan satu cup susu sapi. Di dalamnya terdapat tanaman-tanaman bunga yang menghiasi dekorasinya ala-ala Belanda, ada kambing-kambing yang imut-imut banget (suka banget sama kambingnya, gemes. Kalau ga bau aja mau melihara satu hihihi) dan ada replika rumah hobbit, rumahnya kang Frodo Baggins di Film Lord of The Ring dan The Hobbit.

IMG_20170903_085103
Secangkir susu dingin di tengah terik matahari
IMG_20170903_085349
Cahaya natural dari matahari. No filter.

IMG_20170903_085506

IMG_20170903_085651

IMG_20170903_091102.jpg

IMG_20170903_091517

IMG_20170903_092808

IMG_20170903_092915

IMG_20170903_093025

IMG_20170903_093209

IMG_20170903_093311.jpg

Setelah dari Farm House, kami lanjut ke De Ranch. Di De ranch agak kurang berkesan karena ternyata ga sebagus yang kita lihat di foto-foto orang hahaha. Tempatnya kurang rapi. Tapi ya ndak pa-pa kalau sudah lihat sendiri sudah puas. Terus lanjut lagi ke Taman Begonia. Taman Begonia ini taman bunga tapi ga terlalu besar. Terdapat beraneka ragam bunga yang cantik-cantik banget. Surga sih buat penyuka bunga seperti saya. Setelah itu lanjut lagi ke Dusun Bambu. Di Dusun Bambu harga tiketnya juga ga mahal. Dari loket beli tiket, kita dianter naik mobil khusus menuju pusat wisatanya. Kami makan siang dulu disana baru eksplorasi lagi. Untuk harga makanannya bisa dibilang cukup mahal untuk seukuran menu makanan Sunda dan dengan rasa yang biasa aja. Dusun Bambu bagus untuk wisata keluarga karena areanya yang sangat luas, kita bisa berekreasi disana misalnya dengan bersepeda, berperahu di danau, dan bermain aneka permainan. Saya dan suami cuma jalan-jalan sampai di Resort Lutung Kasarung aja. Ga sampai ke dalam karena kaki ini mau copot rasanya haha. Setelah dari Dusun Bambu kami memutuskan untuk balik ke Hotel dan beristirahat. Kami pun tiba di Hotel pukul 7 malam.

IMG_20170903_114012

IMG_20170903_122047.jpg

IMG_20170903_122349.jpg

IMG_20170903_122455.jpg

IMG_20170903_122700.jpg

IMG_20170903_122944.jpg

 

IMG_20170903_123255.jpg

IMG_20170903_123423

IMG_20170903_123545

IMG_20170903_123626.jpg

IMG_20170903_140359.jpg

IMG_20170903_153623.jpg

IMG_20170903_154421.jpg

IMG_20170903_154604.jpg

IMG_20170903_155555.jpg

Day 3

Ini hari terakhir liburan kami di Bandung. Rencana awal mau beli oleh-oleh aja di Cihampelas tapi emang dasar hasrat petualang kami belum cukup terpuaskan (tsah) akhirnya kami meluncur lagike Lembang. Kali ini tujuannya ke Lodge Maribaya masih menggunakan motor sewaan yang kemaren. Di tengah jalan kami menemukan tempat wisata yang cukup bikin kami penasaran yaitu curug maribaya. Kami stop dulu disana dan masuk. Tapi ga perlu waktu lama di dalam setelah kami menemukan air mancurnya.

IMG_20170904_095050

IMG_20170904_095636.jpg

IMG_20170904_100620.jpg

IMG_20170904_101859.jpg

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Lodge Maribaya. Perjalanan kesana pemandangan dari kejauhannya bagus banget, hutan-hutan berkabut gitu. So fresh! Setibanya di Lodge Maribaya kami justru ga jadi masuk. Karena kami fikir ga usah masuk aja karena kami udah tahu suasananya dari luar dan kami memutuskan untuk balik arah menuju Tangkuban Parahu.

Kami salut dengan pengelola wisata di Lembang, mereka benar-benar memanfaatkan alam yang sudah tersedia lalu membuka spot-spot pemberhentian untuk menikmati alam tersebut menjadi tempat wisata. Mereka membuat banyak pilihan wisata bagi warga bandung maupun turis-turis domestik dan mancanegara. Asalkan tidak merusak alam, mereka membuka banyak peluang pekerjaan sekaligus mendatangkan turis sebagai tujuan liburan. Karena kami melihat banyak banget tempat wisata alam yang tidak sengaja kami temukan selama perjalanan di luar tempat wisata tujuan kami.

Pemandangan menuju Tangkuban Parahu tidak kalah indah, kiri kanan terdapat hutan-hutan pinus yang menjulang tinggi ditambah udara yang semakin ke atas terasa semakin dingin. Jalannya tidak terlalu ramai dan saya diminta oleh suami saya untuk gantian bawa motor haha. Sejujurnya saya bukan pengendara motor yang baik haha karena saya jarang banget bawa motor. Dengan bismillah saya pun menyanggupi dan mengendarainya sampai Tangkuban Parahu. Epic sekali! Pengalaman yang tidak bisa saya dapatkan di kota.

Tangkuban Parahu saat itu cukup sepi dibandingkan ketika saya ke Tangkuban Parahu delapan tahun yang lalu. Tangkuban Parahu merupakan tempat wisata yang udah ada dari lama, sepertinya kalah exist dengan tempat-tempat wisata yang baru. Tapi istimewanya Tangkuban Parahu punya daya tarik tersendiri dibandingkan dengan tempat wisaya yang baru, yaitu legenda Sangkuriang yang udah kita dengar sejak kita masih kecil.

IMG_20170904_115231.jpg

IMG_20170904_124335.jpg

IMG_20170904_124430.jpg

IMG_20170904_124602.jpg

IMG_20170904_124908.jpg

IMG_20170904_125214.jpg

IMG_20170904_125846.jpg

Setelah dari Tangkuban Parahu, kami pun turun jalan dan berhenti di Mang Engking untuk makan siang. Rumah makan Mang Engking suasananya tenang dan Sunda banget. Kami memesan satu ekor ayam bakar madu untuk dimakan berdua. Saya sungguh bersyukur mendapatkan suami yang sama-sama suka berpetualang dan sama-sama suka makan.  Saya juga bersyukur kami sudah menikah sehingga liburan kami terasa bebas. Bebasss, halal mah bebass.. hehe.

IMG_20170904_140919.jpg
ntap!

IMG_20170904_135509

IMG_20170904_150634.jpg

Setelah sholat zuhur dan makan siang di Mang Engking, kami turun ke Cihampelas. Dsini kepusingan kami mulai terjadi. Oke jadi saya kira Bandung itu kan anak mudanya keren-keren dan modis-modis. Dan dulu juga ketika saya ke Cihampelas banyak banget pakaian yang lucu-lucu di factory factory outlet yang bertebaran disini. Pakaian-pakaian yang engga saya temukan di kota saya. Tapiiii zonk! setelah kami memasuki semua FO disana, kami tidak menemukan apapun. Karena semua yang kami jumpai disana ga ada bedanya dengan yang dijual di Palembang justru dengan harga yang sama kami bisa mendapatkan kualitas yang lebih baik di kota kami. OMG, pusing dong karena rencananya kami mau beli oleh-oleh buat keluarga di rumah. Kalau semua barang sama aja seperti di kota asal bukan oleh-oleh namanyaa. Kami udah jalan dari ujung ke ujung sampai hari sudah gelap dan tidak menemukan barang yang menarik. Sementara itu kami melihat anak-anak muda Bandung yang pakaiannya unik-unik tapi tidak kami temui disana, kami pun bertanya-tanya. Prediksi saya mungkin mereka beli online mengingat sekarang online shop merajalela sekali dengan model yang lucu-lucu dan barang yang dikeluarkan biasanya langsung ludes dalam hitungan menit saja. Bisa jadi. Mungkin toko offline kalah saing. Selain itu juga mungkin kota Palembang sekarang sudah semakin maju sehingga tren tren baru gampang masuknya. Akhirnya kami pusing cuman mendapatkan kaos BaOng untuk keluarga yang pria saja. Sementara keluarga yang wanita kami belikan saja oleh-oleh makanan yang banyak. Setelah beli oleh-oleh makanan di Cihampelas, jam 9 malam lewat, saya mengajak suami saya untuk mencari outlet Bandung Makuta, oleh-oleh hits kekinian artis, di jalan van deventer,  demi nambah-nambahin oleh-oleh buat keluarga di rumah. Rasanya ga enak aja gitu pulang ga bawa apa-apa. BTW, sata personally suka sama cake Bandung Maktuta yang caramel dan extra chesee. Rasanya pas, manisnya ga lebay.

Pulang menuju Jakarta dan Palembang

Keesokan harinya, kami bersiap pulang. Jam 9 kami tiba di pol travel cipaganti Dago. Karena masih penasaran, kami tanya ke petugas travel di Dago ada tempat oleh-oleh. Katanya tempat oleh-oleh itu di Cihampelas tapi kalau di Dago ada FO juga. Travel kami berangkat jam 10. Berhubung masih jam 9, kami pun jalan kaki menuju FO yang dimaksud. Kami menemukan Blossom yangmana di Palembang juga sudah ada Blossom dan beberapa FO lainnya. Walaupun tidak punya banya waktu, kami mendapatkan pakaian untuk adik-adik ipar saya. Alhamdulillah setidaknya untuk adik-adik dapet walaupun untuk ibu-ibu dan kakak-kakak kami bawakan makanan saja yang kami tadi malam. Jam 10 kami kembali ke pol dengan naik angkot. Setibanya di pol langsung berangkat ke Soekarno Hatta Airport.

Pesawat jam 7 malam, tiba di bandara jam 2 siang. Kami makan dulu di KFC, sholat dan istirahat sejenak. Setelah check-in, di lantai dua kami menemukan sebuah ruangan tersembunyi yaitu ruang rest area yang kelihatan nyaman banget. Kami pun memasuki ruangan tersbut dan mencari kursi santai masing-masing. Jleb. Zzzz. 15 menit sebelum keberangkatan kami ke gate dan langsung ke pesawat. Alhamdulillah landing safely di Palembang. Liburan yang padat, singkat dan berkesan bersama suami terluvluv. Alhamdulillah wa syukurilah. Pengalaman seperti ini terkadang mengetuk iman kita, Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan. Nikmat Tuhan kamu mana lagi yang kau dustakan? Semoga perjalanan ini bisa meningkatkan keimanan, membuat saya dan suami lebih mengenal lagi satu sama lain dan bisa menjadikan keluarga kecil kami semakin erat serta menjaga rasa sayang satu sama lain. Aamiiin Allahumma Aamiiin.

Uncategorized

Pertengahan 2017: Konsep Baru

Assalamu’alaikum 🙂 Halo para penjelajah dunia maya, finally I am landed again in this blog. Setelah tiga tahun sama sekali engga nulis di blog ini. Sembilan tahun yang lalu ketika pertama kali membuat blog ini, aku selalu ingin menulis tentang apa saja. Kalau lagi berfikir random, lagi galau, habis liburan, habis ujian bahkan ketika sedang tidak ada moment penting pun bawaannya pengen nulis di blog. Aku bisa mengabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menulis dan menghasilkan tulisan yang terkadang ga ada faedahnya. Yang penting login dan menulis, terkadang termenung bingung merangkai kata sementara kata-kata itu sedang ramai-ramainya di kepala.

Aku memutuskan untuk tidak menulis dulu di blog ini sejak aku sedang sibuk-sibuknya menulis laporan praktek kerja lapang dan skripsi. Waktu itu aku hanya ingin fokus menulis laporan ilmiahku. Aku hanya ingin fokus membaca jurnal-jurnal ilmiah dan menulis dengan tata bahasa yang baku. Walau terkadang masih suka galau yang ingin kucurahkan dengan menulis, aku simpan sendiri saja untuk menjaga agar aku tetap fokus menyelesaikan laporan ilmiahku. Dan banyak sudah moment-moment penting dalam tiga tahun belakangan yang tidak sempat kuabadikan di blog ini. Alhamdulillah aku sudah menyelesaikan kuliah teknik-ku dalam waktu kurang dari empat tahun di Malang, sesuai dengan target awalku. Lalu aku juga sudah pernah bekerja di sebuah perusahaan yang cukup populer yang letaknya di tengah hutan. Goal penting dan besar yang baru-baru ini aku capai adalah menikah sebelum usia 26 tahun dengan laki-laki yang menyayangiku. Alhamdulillah wa syukurilah. Tidak mudah aku mencapai semua itu, banyak tantangan yang harus kuhadapi. Tapi aku selalu yakin Allah bersamaku dalam keadaan apapun.

Disamping keinginan untuk menulis bagaimana perjuanganku untuk bisa lulus kuliah teknik di tanah Jawa sebagai anak perantauan dari Sumatera, atau keinginan menulis bagaimana aku berkompetisi dengan para ribuan sarjana lainnya untuk mendapatkan pekerjaan dengan usahaku sendiri dan dengan jalur yang bersih, atau juga keinginan untuk menulis tentang perjalanan cintaku sampai akhirnya aku bertemu dan memutuskan untuk menikah dengan priaku, aku ingin mengisi blog ini dengan sesuatu yang I am really passionate about. Bukan hanya tentang kehidupan personalku. InshaAllah aku niatkan ingin berbagi review tentang buku apa yang sedang aku baca atau film apa yang menurutku ada pelajaran di dalamnya, aku juga ingin berbagi tentang resep-resep masakan karena aku suka makan dan sekarang sedang hobi-hobinya masak secara udah jadi ibu-ibu jadi harus bisa masak buat suami hehe. Dan tentang apapun yang mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk para pembaca blogku 🙂

Seminggu yang lalu kita baru merayakan Idul Fitri 1438 H, untuk itu aku memohon maaf lahir dan batin untuk semua kesalahanku ya. Semoga kita kembali fitri dan menjadi hamba-Nya yang lebih baik lagi. Aamiiin.

That’s All untuk tulisan pembuka ini setelah hiatus cukup lama. Sampai jumpa di postingan-postingan selanjutnya.